Blogger Templates

Sabtu, 05 November 2011

MEMBANGUN JIWA SEORANG PENGUSAHA SUKSES


 
Saat kita menjalankan sebuah bisnis sampingan,bisa dibilang kita adalah seorang pengusaha. Setiap pengusaha pasti menginginkan usahanya sukses dan berhasil. Namun banyak orang hanya ingin mencapai kesuksesan tanpa memahami harga yang harus dibayar untuk mencapainya.
Untuk menjadi seorang pengusaha itu tidaklah mudah. Ada banyak hal yang harus anda pahami,dan banyak pula tantangan yang harus dilalui untuk mencapainya. Ada kalanya bisnis kita tidak mencapai hasil yang kita harapkan,atau juga mungkin muncul saingan yang dapat memberikan produk lebih baik  dan lebih murah dari produk kita. Belum lagi maslah dengan supplier kita.
Oleh karena itu ada hal yang penting untuk membangun jiwa seorang pengusaha sukses. Anda perlu memiliki sikap mental yang benar bila ingin mencapai keberhasilan.
1.Perlu memiliki sikap ulet
                Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai keberhasilan. Bila ingin berhasil,mau tidak mau kita harus bekerja keras bahkan bekerja lebih keras lagi dari pada saat anda menjadi karyawan. Sebagian orang tidak ingin bekerja seperti ini,mereka ingin sukses tapi tidak mau bersusah payah. Jangan punya pikiran seperti ini,karna semua itu akan membuat anda terjebak dan menyerah sehingga bisnis yang anda jalankan mengalami kegagalan.
2.Perlu memiliki kebiasaan berpikir positif
                Adakalanya anda tidak dapat mencapai hasil yang diharapkan,bahkan sekalipun anda sudak bekerja keras. Disaat seperti itu kemampuan berfikir positif sangat diperlukan. Bila anda berpikir negative maka anda akan meragukan kemampuan diri anda sendiri dan akan meruntuhkan semua semangat anda. Namun bila anda berpikir positif Anda akan selalu berpikir bahwa dibalik hal yang buruk pasti ada hal positif yang dapat dipetik. Dengan demikian semangat anda tidak akan runtuh dan anda juga dapat maju menghadapi semua tantangan yang ada dengan kepala tegak.
Dengan memiliki kedua sikap mental ini sangat penting untuk seorang pengusaha sukses. Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai sebuah usaha yang sukses,ingat sikap mental kitalah yang akan menentukan usaha kita akan berhasil atau tidak.

MANAJEMEN

A.PENGERTIAN MANAJEMEN

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Pendapat lain menjelaskan :
Manajemen : “keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association)
Manajemen : “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu”.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen UI)
Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”. (George R. Terry, Ph.D)
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,  manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.



B.      FILSAFAT MANAJEMEN
Berbagai teori manajemen berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat idealisme (suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari segala sesuatu yang kita dapati didunia ini), filsafat ini diterapkan dalam manajemen marxis dan codetermination yang popular di Negara sosialis, jerman dan skandinavia.
filsafat realisme (dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah), filsafat ini beriringan dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. taylor.
Filsafat neo-thomisme ( kenyataan itu rasio, keadaan, dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi, segala sesuatu yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan) banyak dipraktikan oleh manajemen katholik yang merujuk pada bible
filsafat pragmatisme (pengalaman dan segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia, keberanaran dapat dilihat dari pendapat umum) yang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui opini public.
filsafat eksistensialisme (kenyataan adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu, kebenaran adalah pendapat yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang), peran manusia menjadi perhatian utama.

C.      PRAKTIK MANAJEMEN

Aplikasi dari filsafat melahirkan beeberapa tahapan penerapan manajemen sebagaimana yang diungkapkan George R. Terry (2006:67) membagi tahapan praktik manajemen antara lain :
  1. Manajemen partisipasi
  2. Manajemen berdasarkan hasil (result management)
  3. Manajemen memperkaya pekerjaan (job enrichment),
  4. Manajemen prioritas produktifitas,
  5.  Manajemen berdasarkan kemungkinan (contingency management)
  6. Manajemen pemanfaatan konflik
Odiorne membagi praktek manajemen dengan beberapa tahapan :
  1. Manajemen memaksa (1920-an dan 1930-an)
  2. Manajemen mementingkan hubungan kemanusiaan (1940-an)
  3. Manajemen menggunakan tekanan (1950-an)
  4.  Manajemen menurut keadaan (1960-an)
Bennet Silalahi (2001:10) membagai praktik manajemen menjadi 5 tahapan antara lain :
  1. manajemen teknologis
  2. manajemen administratif
  3. manajemen sistem kemanusiaan
  4. manajemen ilmiah
  5. manajemen sasaran dan hasil

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
1.       Planning
2.       Organizing
3.       Leading
4.       Directing
5.       Motivating
6.       Coordinating
7.       Controlling
8.       Reporting
9.       Staffing
10.   Forecasting
11.   Tool of management
Tool dikenal dengan 6M,yaitu:
a.       Man
b.      Money
c.       Materials
d.      Machines
e.      Method
f.        Markets


D.     TINGKAT MANAJEMEN

  1. Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
  2. Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
  3. Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.

Tingkat manajer :

  • Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
  • Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
  • Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
Peran Manajer :

  1. Peran antarpribadi
    Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
  2. Peran informasional
    Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
  3. Peran pengambilan keputusan
    Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Keterampilan Manajer

Robert L. Katz pada tahun 1970 mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
  1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
    Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan
    organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
  2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
    Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
  3. Keterampilan teknis (technical skill)
    Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan diatas Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer,yaitu:
  • Keterampilan manajemen waktu
    Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
  • Keterampilan membuat keputusan
    Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.


Jumat, 14 Oktober 2011

Tugas Pengantar Bisnis Bab 5

Nama Anggota :
1. Dyah Retno Wulandari (22211296)
2. Erni Rismayana (22211475)
3. Nur Rindi Dwi J (25211323)
4. Velly Nuroctavia (27211253)
5. Widya Ayu Nurhayati (27211386)

Kelas : 1EB 21

Tugas Pengantar Bisnis
Bab 5


1. Sebutkan fungsi manajemen dan terapkan pada diri anda dan apa manfaatnya!
Jawab :
Fungsi Manajemen yaitu :
a. Perencanaan (Planning),
b. Pengorganisasian (Organizing),
c. Pengarahan (Directing),
d. Pengkoordinasian (Coordinating),
e. Pengawasan (Controlling).
f. Motivator,
g. Terampil (Skillful)
h. Profesional.
Penerapan dalam diri dan manfaatnya adalah :
· Managemen waktu
Manfaatnya adalah kita jadi tidak membuang waktu begitu saja.
· Managemen keuangan
Manfaatnya adalah keuangan kita menjadi lebih terkendali.
· Managemen stress
Manfaatnya adalah memperbaiki kualitas hidup kita menjadi lebih baik.


2. Apa ciri manajer profesional berdasarkan ketrampilan manajemen yg berkaitan?
- Dengan Hubungan Antar Pribadi
- Dengan Informasi
- Dengan Pengambilan Keputusan
Jawab :
Ciri – ciri Manajer Profesional
a. Berkaitan dengan Hubungan antar Pribadi
· Pemimpin Lambang (Figurehead)
Kepala Simbolis ; diperlukan untuk menjalankan sejumlah kewajiban rutin yang bersifat legal dan sosial.
· Pemimpin (Leader)
Bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan bawahan, bertanggung jawab untuk mengisi posisi kosong (staffing), melatih dan tugas-tugas yang terkait.
· Penghubung(Liaison)
Memelihara suatu jaringan kontak luar yang berkembang sendiri yang memberikan dukungan dan informasi.
b. Berkaitan dengan Informasi
· Pemantau (Monitor)
Sebagai pusat saraf informasi internal dan eksternal tentang organisasi.
· Penyebar (Dissiminator)
Meneruskan informasi yang diterima dari orang luar atau dari bawahan kepada anggota.
· Juru Bicara (Spokesperson)
Meneruskan informasi kepada orang luar mengenai rencana, kebijakan, tindakan , dan hasil organisasi
c. Berkaitan dengan Pengambilan Keputusan
· Wirausaha (Entrepreneur)
Mencari kesempatan dalam organisasi dan lingkungannya serta memprakarsai “proyek-proyek perbaikan” untuk menimbulkan perubahan.
· Pengendali gangguan (Disturbance Handler)
Bertanggung jawab atas tindakan korektif bila organisasi mengahadapi gangguan mendadak dan penting.
· Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator)
Bertanggung jawab terhadap alokasi segala sumber daya organisasi.
· Perunding (Negotiator)
Mewakili organisasi pada perundingan – perundingan utama.


3. Sebutkan bentuk – bentuk organisasi !
Jawab :
a. Organisasi Lini,
b. Organisasi Fungsional,
c. Organisasi Garis dan Staff,
d. Organisasi Fungsional dan Garis,
e. Organisasi Matrik, dan
f. Organisasi Komite.

Tugas Pengantar Bisnis Bab 4

Nama Anggota :
1. Dyah Retno Wulandari (22211296)
2. Erni Rismayana (22211475)
3. Nur Rindi Dwi J (25211323)
4. Velly Nuroctavia (27211253)
5. Widya Ayu Nurhayati (27211386)



Kelas : 1EB 21


Tugas Pengantar Bisnis
Bab 4


1. Sebutkan perbedaan wiraswasta dan wiraswastawan serta unsur apa yang dimiliki wiraswasta !
Jawab :
· Wiraswasta adalah bidang usaha/perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu.
· Wiraswastawan adalah seseorang yang memiliki kepribadian tertentu secara kualitatif lebih dari manusia pada umumnya yakni memiliki kemampuan : berdiri diatas kekuatan sendiri, mengambil resiko, menetapkan tujuan atas pertimbangan sendiri, memiliki semangat bersaing yang kuat, berorientasi kerja keras, kreatif inovatif, motivasi berprestasi, dll.
Unsur yang dimiliki wiraswasta yaitu :
· Unsur Pengetahuan,
· Unsur Keterampilan,
· Unsur Sikap Mental, dan
· Unsur Waspada.


2. Bagaimana perkembangan franchising di Indonesia searching di internet ?
Jawab :
Bisnis waralaba di Indonesia mulai marak pada sekitar tahun 1970an dengan bermunculannya restaurant-restaurant cepat saji (fast food) seperti KFC dan Pizza Hut. Hingga tahun 1992 jumlah perusahaan waralaba di Indonesia mencapai 35 perusahaan, 6 diantaranya adalah perusahaan waralaba lokal dan sisanya 29 adalah waralaba asing. Perkembangan waralaba asing dari tahun ke tahun berkembang pesat sebesar 710% sejak tahun 1992 hingga tahun 1997, sedangkan perkembangan waralaba lokal hanya meningkatkan sebesar 400% (dari sejumlah 6 perusahaan menjadi 30 perusahaan).
Namun sejak krisis moneter tahun 1997, jumlah perusahaan waralaba asing mengalami penurunan pertumbuhan sebesar -9,78% dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2001. Hal ini disebabkan karena terpuruknya nilai rupiah sehingga biaya untuk franchise fee dan royalti fee serta biaya bahan baku peralatan dan perlengkapan yang dalam dollar meningkat. Hal tersebut mempengaruhi perhitungan harga jual produk atau jasanya di Indonesia. Sebaliknya waralaba lokal mengalami peningkatan pertumbuhan rata-rata sebesar 30%. Pada tahun 2001 jumlah waralaba asing tumbuh kembali sebesar 8.5% sedangkan waralaba lokal meningkat 7.69% dari tahun 2000. Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1. Perkembangan Waralaba di Indonesia

Tahun
Jumlah Waralaba Asing
Jumlah Waralaba Lokal
Total
1992
1995
1996
1997
2000
2001
29
117
210
235
212
230
6
15
20
30
39
42
35
132
230
265
251
272
Sumber data : Deperindag, 2001

 
Menurut Anang Sukandar, ketua asosiasi franchise Indonesia (2002) bisnis waralaba lokal merupakan usaha yang prospektif dikembangkan di Indonesia. Berdasarkan analisa SWOT, juga dapat disimpulkan bahwa bisnis waralaba sangat cocok dikembangkan oleh UKM.


3. Beri 5 contoh riil usaha franchising yang bergerak di bidang :
- Pendidikan
- Kesehatan
- Salon & Perawatan
- Makanan dalam negeri / local
- Otomotif
Jawab :
a. Pendidikan
· Nurul Fikri,
· LIA
· Ganesha Operation (GO),
· International Language Programs (ILP), dan
· Kumon.
b. Kesehatan
· Century Health & Care,
· Guardian,
· Apotik K-24,
· Kimia Farma, dan
· Aquacia.
c. Salon & Perawatan
· Johnny Andrean,
· Ratna Dewi Skin Care,
· Mustika Ratu,
· Rudy Hadisuwarno, dan
· Sari Ayu.
d. Makanan dalam negeri / local
· Bakmi GM,
· Ayam Lepas,
· Solaria,
· Es Teller 77, dan
· J.Co Donuts and Coffee.
e. Otomotif
· Cars Beauty Care,
· The Auto Bridal Indonesia,
· Adira,
· Garda Oto, dan
· Moto Mate


4. Jelaskan perbedaan kewirausahaan dengan bisnis kecil dengan contoh kasus yang nyata !
Jawab :
Sebenarnya kewirausahaan dengan bisnis kecil sama aja, namun pada prinsipnya mereka mempunyai perbedaan yang signifikan yaitu:
a. Kewirausahaan lebih dari sekedar untuk menghasilkan pendapatan, seperti pada usaha kecil, tetapi bisa menghasilkan kemakmuran yang substansial.
b. Bisnis kecil bisa menghasilkan keuntungan setiap hari, tetapi wirausahawan mungkin bisa menghasilkan keuntungan dalam 5 tahun.
c. Resiko dari kewirausahaan tinggi, tapi dengan kepastian insentif dari laba membuat wirausahawan akan mengejar ide kreatif dan memperoleh kesempatan.
d. Kewirausahaan selalu melibatkan inovasi diatas apa yang dilakukan oleh bisnis kecil.
e. Kewirausahaan dimulai dari sederhana, begitu juga bisnis kecil ia dimulai dari ide sederhana.

Selasa, 11 Oktober 2011

Tugas Pengantar Bisnis Bab 3

Nama Anggota :

1. Dyah Retno Wulandari (22211296)
2. Erni Rismayana (22211475)
3. Nur Rindi Dwi J (25211323)
4. Velly Nuroctavia (27211253)
5. Widya Ayu Nurhayati (27211386)

Kelas : 1EB21


Tugas Pengantar Bisnis
Bab 3


1. Jelaskan bentuk perusahaan dan beri 5 contoh : CV, PT, Yayasan, Koperasi, Asuransi, Leasing, Perseroan Terbatas Negara !
Jawab :
a. CV (Commanditaire Vennotschap)
Suatu badan usaha yang dibentuk melalui perjanjian kerjasama usaha antara orang – orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan, serta bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya, dengan orang-orang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan itu. Contoh : CV Arya Duta, CV Pandu Karya, CV Toha Putra, CV Andi Offset, dan CV Putra Mandiri.
b. PT (Perseroan Terbatas)
Perseroan atas saham-saham yang didirikan orang-orang untuk menjalankan usaha yang dapat menghasilkan laba. Contoh : PT Unilevar Indonesia, PT KAO, PT Kraft Indonesia, PT Sinde Budi Sentosa Pharma, dan PT Rohto Laboratories Indonesia.
c. Yayasan
Suatu badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan karena tidak mencari keuntungan. Contoh : Yayasan Jantung Indonesia, Yayasan Dompet Dhuafa, Kick Andy Foundation, Yayasan Dharmais Granadi Building, dan Yayasan Kanker Wisnu Wardhana.
d. Koperasi
Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Contoh : KUD, KSP, KSU, Koperasi Angkutan Bekasi, dan Koperasi pengrajin barang-barang seni/kerajinan.
e. Asuransi
Perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. Contoh : PT Jamsostek, PT Asuransi Jasa Raharja, ASKES, Prudential, dan Sinar Mas Asuransi.
f. Leasing
Setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan, untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih (optie) bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati bersama. Contoh : Adira Finance, Bussan Auto Finance (BAF), IndoMobil Finance, PT Orix Indonesia Finance, dan International Lease Finance Corporation (ILFC).
g. Perseroan Terbatas Negara
Persero adalah perusahaan negara yang berbentuk Perseroan Terbatas dengan tujuan utama untuk memperoleh keuntungan. Contoh : PT Telkom (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero).


2. Sebut & jelaskan tentang lembaga keuangan di Indonesia !
Jawab :
Lembaga Keuangan adalah dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah.
Lembaga Keuangan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan bukan Bank. Contoh dari Lembaga Keuangan Bank : Bank Indonesia, BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, dll. Contoh dari Lembaga Keuangan bukan Bank yaitu : Asuransi, Pegadaian, Koperasi Kredit, PT Danareksa, Bursa Efek, dll


3. Apa yang di maksud merger, kartel, joint ventura ?
Jawab :
Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru.
Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi.
Joint Venture adalah kerjasama dua pihak atau lebihdalam bidang bisnis untuk membentuk sebuah perusahaan baru.

Tugas Pengantar Bisnis Bab 2

Nama Anggota :
1. Dyah Retno Wulandari (22211296)
2. Erni Rismayana (22211475)
3. Nur Rindi Dwi J (25211323)
4. Velly Nuroctavia (27211253)
5. Widya Ayu Nurhayati (27211386)
Kelas : 1EB21

Tugas Pengantar Bisnis
Bab 2

1.      Jelaskan bagaimana cara mendirikan (berikan langkahnya)  ukm dengan memperhatikan faktor produksi !
Jawab :
·           Mempunyai modal yang cukup,
·           Mempunyai tenaga kerja,
·           Memilih tempat yang strategis,
·           Mempunyai ide yang kreatif dan inovatif, dan
·           Meramalkan peluang ukm kita.

2.      Berilah masing - masing  sebanyak 5 contoh riil perusahaan berdasarkan letak/tempat !
Jawab :
·           Lokasi/letak perusahaan terikat pada alam
Contoh : Perusahaan Tambang Tembaga (Papua), Perusahaan Tambang Nikel (Soroako), Perusahaan Tambang Aluminium (Pulau Bintan), Perusahaan Tambang Timah (Pulau Bangka),  dan Perusahaan Tambang Besi (Cilacap).
·           Lokasi/letak perusahaan berdasarkan sejarah
Contoh : Pengrajin Batik (Solo), Pengrajin Batik (Surakarta), Pengrajin Batik (Pekalongan), Pemahat Patung (Bali), dan Pengrajin Tenun Songket (Palembang).
·           Lokasi/letak perusahaan ditetapkan pemerintah
Contoh : Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Kawasan Industri Pulogadung, Perusahaan Besi Baja Krakatau Steel, PT PINDAD (Surabaya), dan BATAN (Bandung).
·           Lokasi/letak perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Contoh : Perusahaan Semen Gresik (Gresik), Perusahaan Tambang Emas Freeport (Papua), Pabrik Gula Merican (Kediri), PT Gudang Garam (Kediri), dan Pabrik Plastik Injection (Jakarta).

3.      Sebutkan dan jelaskan dengan singkat apa yg menjadi tujuan perusahaan !
Jawab :
·           Untuk mencapai keberhasilan didalam usaha,
·           Mengatur dan membentuk kerja sama dengan perusahaan lain,
·           Berguna untuk melakukan merger dengan perusahaan lain,
·           Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk kerja sama, dan
·           Menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personil yang ada didalam perusahaan.

4.      Jelaskan apa yg dimaksud lingkungan internal dan eksternal suatu perusahan !
Jawab :
·           Lingkungan Internal adalah kejadian dan kecendrungan dalam suatu organisasi yang mempengaruhi manajemen, karyawan, dan budaya organisasi.
·           Lingkungan Eksternal adalah semua kejadian diluar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan.

5.      Aplikasikan setiap variabel lingkungan internal  dan eksternal bagaimana pengaruhnya pada suatu perusahan !
Jawab :
·           Ekonomi        : Pajak, Urbanisasi, Pertambahan penduduk.
·           Sosial             : Kriminalitas, Pengangguran.
·           Politik            : Pertahanan Keamanan.
·           Ekologi          : Pencemaran Udara, air, sampah, global warming.
·           Hukum          : Keputusan dan transaksi perusahaan.

6.      Jelaskan perbedaan producer oriented approach dan consumer oriented approach !
Jawab :

  • Producer Oriented Approach adalah produsen yang berorientasi pendekatan, maksudnya menjual barang dan jasa ke pasar.
  • Consumer Oriented Approach adalah konsumen yang berorientasi pendekatan, maksudnya membeli barang dan jasa yang dijual oleh produsen dari pasar.

Tugas Pengantar Bisnis Bab 1

Nama Kelompok :
1. Dyah Retno Wulandari (22211296)
2. Erni Rismayana (22211475)
3. Nur Rindi Dwi J (25211323)
4. Velly Nuroctavia (27211253)
5. Widya Ayu Nurhayati (27211386)
Kelas : 1EB21

Tugas Pengantar Bisnis
Bab 1

1. Jelaskan apa yang di maksud bisnis menurut anda dan kenapa bisa demikian !
Jawab :
Bisnis adalah usaha untuk mencipatakan peluang dan keuntungan, dan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Karena manusia punya kebutuhan dan mereka harus memenuhi kebutuhannya.

2. Ceritakan sejak kapan bisnis itu muncul !
Jawab :
Bisnis itu muncul sejak kebutuhan ekonomi masyarakat yang terus meningkat, dan adanya peluang untuk menciptkan usaha.

3. Berikan alasan mengapa orang belajar bisnis dan jelaskan masing - masing alasan !
Jawab :
Alasan kita belajar bisnis
• Agar kita mampu menciptakan suatu peluang yang dapat menguntungkan buat diri kita sendiri.
• Agar kita dapat mencapai suatu keberhasilan sebagai mana yang dicita – citakan.
• Berinovasi dalam menciptakan suatu barang sesuai dengan ide kreatifitas kita.
• Meraih kesuksesan di masa yang akan datang.
• Agar dapat memenuhi kebutuhan manusia yang relatif tidak terbatas.
• Agar dapat memperoleh keuntungan.

4. Apa yang dimaksud faktor produksi, siapa yang mempergunakan coba jelaskan !
Jawab :
Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa.
Yang mempergunakannya adalah:
• Bagi pemilik usaha karena kegiatan produksi tersebut ditunjukkan sebagai kegiatan usaha memperoleh penghasilan dengan cara meraih keuntungan dari penjualan produknya.
• Bagi pegawai perusahaan produksi, kegiatan produksi merupakan tempat bekerja untuk memperoleh penghasilan.
• Bagi semua pihak yang memerlukannya (masyarakat), sebagai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya.

5. Sebutkan apa saja faktor lingkungan internal dan berikan alasan mengapa faktor internal langsung mempengaruhi kegiatan suatu perusahaan !
Jawab :
Lingkungan internal terdiri atas komponen – komponen yang berada didalam lingkungan organisasi atau perusahaan, seperti aspek – aspek organisasi, sumber daya manusia, keuangan, produksi, dan pemasaran. Faktor internal langsung mempengaruhi kegiatan suatu perusahaan karena faktor tersebut merupakan modal dasar terbaik untuk mengembangkan usaha sebagai peluang atau kelebihan perusahaan dalam upaya menjalankan visi, misi, dan mencapai tujuan perusahaan.