Blogger Templates

Kamis, 08 Maret 2012

Tugas Perekonomian Indonesia Bab 4

NAMA : WIDYA AYU NURHAYATI
NPM : 27211386
KELAS : 1EB21


PERKEMBANGAN STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

A. STRATEGI PEMBANGUNAN
MACAM – MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Salah satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat disampaikan adalah :

1. Strategi Pertumbuhan
Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah :
• Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat apada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
• Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah ( trickle – down – effect ) pendistribusian kembali.
• Jika terjadi ketimpangan atau ketidak merataan hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi.
• Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.

2. Strategi pembangunan dengan pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu.

3. Strategi ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep strategi tergantungan adalah :
• Kemiskinan di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak / negara lainnya
• Teori ketergantungan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “Teori ketergantungan tersebut memang cukup relevanm namun sayangnya telah mnjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (Self Development)

4. Strategi yang berwawasan ruang
Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab – sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya / maju.
Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan / pengaruh menyetor dari kaya ke miskin (Spread Effects) lebih kecil daripada terjadnya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (Back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdalltidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

5. Strategi Pendekatan kebutuhan pokok
Sasarana dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kebutuhan pokok dan sejenisnya.

B. FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Pada prinsipnya, pemilihan strategi apa yang digunakan dalam proses pembangunan sangat dipengaruhi oleh pertanyaan ‘Apa tujuan yang hendak dicapai?’
Jika tujuan yang hendak dicapai adaalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan yang mungkin akan dipakai. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembanguanan, maka strategi yang berwawasan ruang-lah yang akan dipergunakan.

C. STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA
Sebelum Orde Baru strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataannya nampak adanya kecenderungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik dan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi.
Sedangkan pada awal Orde Baru, strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha-usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tingi (Hyper Inflasi)
Strategi-strategi trsebut kemudian dipertegas dengan ditetapkan sasaran-sasaran dan titik berat setiap Repelita, yakni
REPELITA I : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
REPELITA II : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
REPELITA III : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya
REPELITA IV : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam Repelita-repelita selanjutnya meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.

Tugas Perekonomian Indonesia Bab 2

NAMA : WIDYA AYU NURHAYATI
NPM : 27211386
KELAS : 1EB21


SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia
A. Perkembangan sistem ekonomi orde lama
a. Kondisi Politik
• Indonesia menghadapi 2 perang besar dengan Belanda
• Gejolak politik dalam negeri dan beberapa pemberontakan
• Manajemen ekonomi makro yang buruk
b. Kondisi ekonomi tidak menguntungkan
• Selama dekade 1950an, pertumbuhan ekonomi rata-rata 7%
• Periode 1960 – 1966, pertumbuhan ekonomi 1,9% dan stagflasi (high rate of unemployment and inflation)
• Periode 1955 – 1965, rata-rata pendapatan pemerintah Rp 151 juta dan pengeluaran Rp 359 juta
• Produksi sektor pertanian dan perindustrian sangat rendah sebagai akibat dari kurangnya kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung
• Jumlah uang yang beredar berlebihan, sehingga terjadi inflasi

B. perekonomian system eekonomi orde baru
Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno.

Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.

OrdeBaru
Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan [[1998].

Perkembangan Sistem Ekonomi Orde Baru
Sejak Maret 1966, Pemerintah mengarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial. Pemerintah meninggalkan idiologi komunis dan menjalin hubungan dengan Negara barat dan menjadi anggota PBB, IMF, dan Bank Dunia.
Kondisi perekonomian Indonesia:
a. Ketidakmampuan membayar hutang LN US $32 Milyar
b. Penerimaan ekspor hanya setengah dari pengeluaran untuk impor
c. Pengendalian anggaran belanja dan pemungutan pajak yang tidak berdaya
d. Inflasi 30 – 50 persen per bulan
e. Kondisi prasarana perekonomian yang buruk
f. Kapasitas produktif sektor industri dan ekspor menurun
Prioritas kebijakan ekonomi:
a. Memerangi hiperinflasi
b. Mencukupkan persediaan pangan (beras)
c. merehabilitasi prasaran perekonomian
d. Peningkatan ekspor
e. Penyediaan lapangan kerja
f. Mengundang investor asing
Program ekonomi orde baru mencakup:
a. Jangka pendek
• Juli – Desember 1966 untuk program pemulihan
• Januari – Juni 1967 untuk tahap rehabilitasi
• Juli – Desember 1967 untuk tahap konsolidasi
• Januari – Juni 1968 untuk tahap stabilisasi
b. Jangka panjang yang berupa Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) mulai April tahun 1969.
Dalam rangka mendukung kebijakan jangka pendek, pemerintah:
a. Memperkenalkan kebijakan anggaran berimbang (balanced budget policy)
b. Pembentukan IGGI
c. Melakukan reformasi terhadap sistem perbankan
• UU tahun 1967 tentang Perbankan
• UU tahun 1968 tentang Bank Sentral
• UU tahun 1968 tentang Bank Asing
d. Menjadi anggota kembali IMF
e. Pemberian peran yang lebih besar kepada bank bank dan lembaga keuangan lain sebagai ’”agen pembangunan”. Dengan memobilisasi tabungan masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memainkan peranan penting untuk pembangunan pasar uang dan pasar modal.
Mulai 1 April 1969, Program pembangunan jangka panjang terdiri dari tahapan-tahapan REPELITA dengan sasaran:
a. stabilitas perekonomian
b. pertumbuhan ekonomi
c. pemerataan hasil pembangunan
REPELITA I  1969 – 1974 dengan sasaran: (a) stabilitas perekonomian; (b) pertumbuhan ekonomi; dan (c) pemerataan hasil pembangunan
REPELITA II  1974 – 1979 dengan sasaran: (a) pertumbuhan ekonomi; (b) pemerataan hasil pembangunan; dan (c) stabilitas perekonomian
REPELITA III  1979 – 1984, REPELITA IV  1984 – 1989, REPELITA V  1989 – 1994,
REPELITA VI  1994 – 1999 dengan sasaran: (a) pemerataan hasil pembangunan; (b) pertumbuhan ekonomi dan (c) stabilitas perekonomian
Kondisi utama yang harus dipenuhi untuk pembangunan ekonomi yang baik:
a. Kemauan politik yang kuat
b. Stabilitas ekonomi dan politik
c. SDM yang lebih baik
d. Sistem politik dan ekonomi yang terbuka yang beroorientasi ke barat
e. Kondisi ekonomi dan politik dunia yang lebih baik

Tugas Perekonomian Indonesia Bab 1

NAMA : WIDYA AYU NURHAYATI
NPM : 27211386
KELAS : 1EB21

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

1. ARTI SISTEM

Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.
Subyek dan obyek:
• Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
• Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
• Sistem peralatan: barang/alat
• Sistem informasi: data, catatan, dan fakta
Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.

2. Perkembangan Sistem Perekonomian
A.Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis)
System ekonomi pasar dikemukakan oleh Adam Smith yang dimuat dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the wealth of Nation.
Cirri system ekonomi pasar adalah sebagai berikut :
a. Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi.
b. Kegiatan ekonomi di semua sector dilakukan oleh pihak swasta
c. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi.
d. Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
e. Setiap orang diberi kebebasan dalam memakai barang dan jasa
f. Semua kegiatan ekonomi didorong oleh prinsip laba.
g. Berlakunya persaingan secara bebas.

B. Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Sosialis)
Pencetus ide sistem ekonomi etatisme adalah Karl Max. Dalam sistem ini praktis kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur dibawah kendali negara. Sistem ini dapat kita lihat pada negara yang menganut faham komunisme, seperti Uni Soviet.
Sistem sosialis terdiri dari :
a. Sistem Sosialis Pasar, dengan karakteristik :
• Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
• Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan dikordinasi oleh pasar.
• Ransangan dan insetif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
b. Sistem Sosialis terencana (Komunis), dengan karakteristik :
• Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
• Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan dikordinasi secara terencana.
• Ransangan dan insetif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.

C. sistem perekonomian campuran
merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
• Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
• Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
• Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Kebaikan sistem ekonomi campuran
• Kebebasan berusaha
• Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
• Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
• Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
• Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkemb

D. Perbedaan berbagai macam sistem ekonomi yang ada
Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:
a. Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
b. Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
c. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.

Sumber :
http://kuswanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5
http://id.shvoong.com/business-management/2003961-sistem-ekonomi-pasar-liberal/#ixzz1pczF6EAB
http://zonaekis.com/pengertian-sistem-ekonomi-campuran/

Selasa, 06 Maret 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2009 TUMBUH 4,4 %

Akibat dari pertumbuhan ekonomi di indonesia, anggka pertumbuhan ekonomi indonesia, angka dalam perkembangan apbn 2010, angka kemiskinan di indonesia dari tahun 1990-2009, angka perekonomian indonesia 2008 sampai 2010, angka pertumbuhan ekonomi indonesia, angka pertumbuhan ekonomi indonesia 2010, angka pertumbuhan ekonomi indonesia per tahun, angka pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2010, angka pertumbuhan ekonomi indonesia tiap tahun, apa makna pertumbuhan ekonomi terhadap perekonomian indonesia, APBN, apbn indonesia 5 tahun terakhir, arti perkembangan ekonomi, arti pertumbuhan ekonomi, Artikel, artikel berita ekonomi indonesia, artikel perekonomian di indonesia, artikel perekonomian ekonomi indonesia, artikel perekonomian ekonomi indonesia 2008, artikel perekonomian indonesia, artikel perekonomian indonesia 2011, artikel perekonomian tahun 2011, artikel perkembangan ekonomi indonesia, artikel perkembangan ekonomi indonesia 2010, artikel pertumbuhan ekonomi menurut ecafe, artikel tentang ekonomi, artikel tentang ekonomi indonesia, artikel tentang perkembangan ekonomi, artikel tentang perkembangan ekonomi di indonesia, artikel tentang perkembangan ekonomi indonesia, artikel-artikel tentang ekonomi di indonesia, atikel pertumbuhan ekonomi, berapa persen pertumbuhan ekonomi indonesia pada tahun 2009, berapa tingkat inflasi terakhir di ntt, Berita Bisnis, berita ekonomi, dampak dari sistem perekonomian, dampak indomart, dampak perkembangan indomaret terhadap perekonomian indonesia, dampak pertumbuhan ekonomi 2010, dampak usaha indomaret terhadap perekonomian indonesia, data angka pertumbuhan prekonomian indonesia, data pertumbuhan ekonomi indonesia, data pertumbuhan ekonomi indonesia 2010 sampai 2011, data pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 1990-2009, data pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2010, data suku bunga sbi yang terlengkap, departemen keuangan pertumbuhan ekonomi indonesia, ekonomi di indonesia, ekonomi di indonsia, ekonomi indonesia, ekonomi indonesia tahun 1990, ertumbuhan ekonomi di indonesia, hasil realisasi pertumbuhan ekonomi indonesia pada tahun 2010, infrastruktur, kemiskinan di indonesia 2009-2010, kliping pertumbuhan ekonomi di indonesia, komposisi pertumbuhan ekonomi 2009, lihat pertubuhan ekonomidi indonesia, makalah pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir, makalah sejarah pertumbuhan perekonomian, makalah tentang apbn 2009 sampai 2011, makalah tentang perekonomian dan perekmbangan masyarakat di indonesia, makalah tentang perekonomian dan perkembangan masyarakat di indonesia saat ini, makna pertumbuhan ekonomi bagi perekonomian indonesia, makna pertumbuhan ekonomi dalam perekonomian indonesia, makna pertumbuhan ekonomi di indonesia, makna pertumbuhan ekonomi indonesia, makna pertumbuhan ekonomi terhadap perekonomian indonesia, makna pertumbuhan perekonomian indonesia, menteri keuangan, minyak mentah, pencapaian pertumbuhan ekonomi indonesia di tahun 2010, pengaruh adanya indomaret terhadap perekonomian, pengaruh cina terhadap perekonomian di indonesia, pengaruh usaha indomaret terhadap perekonomian indonesia, penjelasan tentang "perkembangan ekonomi", perekonomian di indonesia tahun 1990-2009, perekonomian di indonesia tahun 2010, perembangan ekonomi 2010, perkembangan bursa efek indonesia dari tahun 2008 samapai sekarang, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi terbaru, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi terbaru di indonesia, perkembangan ekomomi di indonesia, perkembangan ekonomi, perkembangan ekonomi di indoneasia, perkembangan ekonomi di indonesia p, perkembangan ekonomi di indonesia tahun 2010, perkembangan ekonomi indoesia, perkembangan ekonomi indonesia, perkembangan ekonomi indonesia 2008 sampai 2010, perkembangan ekonomi indonesia saat ini, perkembangan ekonomi indonesia tahun 2010, perkembangan ekonomi menurut sri mulyani, perkembangan kemiskinan di indonesia dari tahun 2008 sampai2010, perkembangan pembangunan ekonomi indonesia sampai saat ini, perkembangan perekonomian di indonesia, perkembangan perekonomian diindonesia, perkembangan perekonomian indonesia, perkembangan perekonomian indonesia 2009-2010, perkembangan perekonomian indonesia 2010, perkembangan perekonomian indonesia 5th terakhir, perkembangan perekonomian indonesia di tahun 2009, perkembangan perekonomian indonesia tahun 2008-2009, perkembangan perekonomian indonesia tahun 2010, perkembangan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di indonesia dari tahun 2010 sampai 2011, perkembangan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi indonesia dari tahun 2010 sampai dengan 2011, perkembangan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi indonesia tahun 2010, perkembangan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi indonesia tahun 2010 sampai 2011, perkembangan pertumbuhan ekonomi tahun 2010, perkembangan tingkat inflasi di indonesia 10 tahun terakhir, perkembanganekonomi di indonesia, perkembangann ekonomi di indonesia, perpertumbuhan ekonomi indonesia 2009, pertumbuhan akuntansi di indonesia, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di indonesia, pertumbuhan ekonimi di indonesia, pertumbuhan ekonoi indonesia tahun 2009, pertumbuhan ekonomi 2008, 2009, 2010, pertumbuhan ekonomi 2008,2009,2010, pertumbuhan ekonomi 2009, pertumbuhan ekonomi di indonesia 5 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi di indonesia beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi di indonesia ecafe, pertumbuhan ekonomi di indonesia lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi di indonesia tahun 2010, pertumbuhan ekonomi di negara berkembang .khususnya di indonesia, pertumbuhan ekonomi di negara berkembang dilihat dari gdp kushusnya di indonesia, pertumbuhan ekonomi indoesia, pertumbuhan ekonomi indonesia 2 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi indonesia 2008 sampai 2010, pertumbuhan ekonomi indonesia 2008, 2009 dan 2010, pertumbuhan ekonomi indonesia 2009, pertumbuhan ekonomi indonesia 2009 2010 2011, pertumbuhan ekonomi indonesia 3 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi indonesia 5 tagun terakir, pertumbuhan ekonomi indonesia minyak, pertumbuhan ekonomi indonesia sampai dengan tahun 2010, pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2008, 2009 dan 2010, pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2008,2009,2010, pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2009 dan 2010, pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2010, pertumbuhan ekonomi menurut ecafe, pertumbuhan ekonomi rata2 indonesia 2010, pertumbuhan ekonomi subosukowonosraten 2009, pertumbuhan ekonomi tahun 2009, pertumbuhan ekonomi tahun 2009 di indonesia, pertumbuhan ekonomi tahun 2009-2010, pertumbuhan ekonomi terbaru di indonesia, pertumbuhan perekonomian di indonesia dari 2009 sampai 2011, pertumbuhan perekonomian indonesia 5 tahun terakhir, pertumbuhan perekonomian indonesia tahun 2009-2010, pertumbuhanekonomi ecafe, pertumubhan ekonomi indonesia 2010 2009, rata-rata pertumbuhan ekonomi indonesia, rata-rata pertumbuhan ekonomi indonesia sampai dengan tahun 2010, realisasi pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2010, realisasi tingkat inflasi indonesia tahun 2008, related:http://id.wikipedia.org/wiki/ekonomi_indonesia, resesi global, sistem perekonomian di indonesia, sistem perekonomian indonesia sekarang, sistem pertumbuhan perekonomian indonesia 5 tahun terakhir, sri mulyani, tentang ekonomi di indonesia, tingkat ekonomi di indonesia 2009, tingkat pertumbuhan ekonomi indonesia 2010, tingkat pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2010, tingkat pertumbuhan ekonomi indonesia th 2009, tingkat pertumbuhan ekonomi perprovinsi di indonesia, tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2010, tulisan ekonomi indonesia, tumbuhnya perekonomian indonesia oleh cina
http://indocashregister.com/tag/artikel-perekonomian-indonesia/

PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI

                               
                              PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI

Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat ini.salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.

Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen.
           
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). "Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi," kata Darmin.

Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.

Darmin menambahkan, transaksi berjalan di triwulan I-2011 juga masih akan surplus, meski cenderung menurun. Transaksi modal dan financial juga akan surplus, dengan aliran modal asing langsung (FDI) yang makin deras. Kinerja neraca pembayaran Indonesia sepanjang tahun ini akan ditopang oleh cadangan devisa yang cukup kuat. Di Januari 2011, cadangan devisa Indonesia mencapai USD 95,3 miliar, atau cukup untuk 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sisi buruk yang harus diperhatikan adalah adanya tanda-tanda capital outflow atau aliran modal keluar yang mulai terasa. Namun, Darmin optimistis hal tersebut hanya bersifat sementara. "Capital outflow bersifat temporer, karena didukung fundamental ekonomi yang cukup kuat," kata Darmin.BI masih akan lakukan intervensi terhadap rupiah
http://photo.kontan.co.id/photo/2011/01/24/1824464442p.jpgSecara umum, ia mengatakan, stabilitas sistem keuangan masih cukup terjaga, dengan fungsi intermediasi perbankan yang terjaga dengan baik. Hingga Desember 2010, kredit perbankan tumbuh 22,8 persen. "Pertumbuhan terjadi di semua segmen kredit termasuk usaha  mikro kecil dan menengah (UMKM)Penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) PT Bank Permata tahun ini akan lebih dioptimalkan. Bank Permata manargetkan pertumbuhan kredit tersebut sebesar 30%.

Sales & Service Manager PT Bank Permata Area Jabar, Otto Sidharta kepada wartawan di sela-sela acara Economic Outlook 2011 di Hotel Hilton, Jln. H.O.S. Cokroaminoto Bandung, Kamis (10/2) malam mengatakan, sektor UMKM menjadi perhatiannya dalam pengembangan bisnis Bank Permata. Komposisi penyaluran kredit sektor UMKM mencapai 60% dan 40% untuk kredit consumer.

Sehubungan hal itu, ia menyatakan, pihaknya terus menggenjot penyaluran kredit untuk sektor UMKM sehingga pertumbuhannya bisa mencapai 20 - 30% dari tahun lalu. Sementara pada tahun 2010 penyaluran kredit UMKM mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

Selain meningkatkan penyaluran kredit ke sektor UMKM, pada tahun ini pun Bank Permata Bandung berencana lebih mengoptimalkan pelayanan. Hal itu diwujudkan dengan rencana penambahan jumlah unit kantor cabang di Kota Bandung.

"Rencananya tahun 2011 ini kita akan membuka dua kantor cabang baru di Kota Bandung, yaitu di Jln. Soekarno-Hatta dan di Antapani," katanya.

Rencananya kantor cabang baru ini akan segera dibuka dalam waktu dekat ini sehingga hal tersebut bisa meningkatkan pelayanan kepada para nasabah.

Sumber:jawa pos,kontan

Kamis, 29 Desember 2011

Perkembangan Perbankan Di Indonesia

Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.

Sekilas sejarah ringkas perbankan di Indonesia

Periode I : Jaminan penjajahan Belanda sampai kependudukan Jepang. Banyak beroperasinya bank-bank milik Belanda (De Java Bank, De Nederlandsche Handel Maatschappij, De Nationale Handelsbank dan Escompto Bank) dan bank-bank lain yang berasal dari Inggris, Australia dan Cina. Namun ada juga bank milik pribumi yaitu Bank Desa, Lumbung Desa dan Alegemene Volkscredietbank AVB).

Periode II : Pada tahun pertama pendududkan Jepang, kantor-kantor bank ditutup. Pada tanggal 20 Oktober 1942 semua bank Belanda, Inggris dilikwidasi namun AVB tidak dilikwidasi.

Periode III : Dibukanya Bank Industri Negara yang bergerak di bidang pembelanjaan pembangunan khususnya industri dan pertambangan.

Periode IV : Merupakan periode orde baru, dimana perekonomian terpimpin diganti menjadi perekonomian yang lebih demokratis. Bank-bank pemerintah pun dikembalikan menjadi bank umum dengan tugas khusus.

Kondisi Perbankan Semakin Membaik
Kondisi perbankan di Indonesia semakin membaik meski tekanan krisis keuangan global semakin terasa. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya keketatan likuiditas perbankan dan tumbuhnya total kredit perbankan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Mulyaman D Hadad mengatakan, berdasarkan data perkembangan terakhir, keketatan likuiditas sudah berkurang. "Dalam 2 bulan terakhir likuiditas mulai berkurang, tapi masih menjadi perhatian kita," kata Mulyaman.
Bertambahnya likuiditas perbankan tersebut karena ada pelonggaran ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) dan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), sedangkan total kredit tahun per tahun tumbuh 37,1 persen. Kredit investasi juga mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi 42,9 persen, kredit modal kerja tumbuh 39 persen, kredit konsumsi tumbuh 33 persen.
Adapun tingkat kredit macet (Non Performing Loan/NPL) relatif stabil 3,9 persen. Kecukupan modal perbankan (CAR) juga masih tinggi mencapai 16 persen.
"Risiko kredit dan risiko pasar masih tergolong rendah, namun berpotensi meningkat apabila pemburukan ekonomi global berlanjut," tutur Mulyaman.
Lebih lanjut Mulyaman memperkirakan, jika pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,9-5 persen, pertumbuhan kredit bisa mencapai 15-20 persen di tahun 2009 mendatang.

BI Rate Naik, Bagaimana Kondisi Perbankan Indonesia?
(Vibiznews - Banking) - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari ini, 5 Juni 2008, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 8,50%. Kenaikan BI Rate ini ditetapkan setelah mencermati perkembangan terkini baik perekonomian global maupun domestik.

"Masih tingginya harga komoditas energi dan bahan pangan dunia serta dampak kenaikan harga BBM memberikan tekanan pada inflasi di tahun 2008. Bank Indonesia juga melihat bahwa tren peningkatan permintaan domestik turut memberikan tekanan pada inflasi inti. Perkembangan ini mendasari pertimbangan Bank Indonesia untuk menaikkan BI Rate pada bulan ini," demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Boediono

Boediono selanjutnya menyampaikan, "Inflasi pada 2008 kemungkinan akan meningkat pada kisaran 11,5-12,5% (yoy). Namun kami memperkirakan bahwa dengan berbagai kebijakan yang telah dan akan dilakukan, baik oleh Bank Indonesia maupun Pemerintah, inflasi akan kembali mengarah ke satu digit di tahun 2009 pada kisaran 6,5%±1%. Bank Indonesia akan memfokuskan pada upaya meredam dampak tidak langsung dari kenaikan harga BBM dan pangan. Untuk itu, Bank Indonesia akan memanfaatkan secara optimal seluruh piranti moneter yang ada, baik melalui BI Rate, pengendalian volatilitas nilai tukar, penyerapan ekses likuiditas, optimalisasi Operasi Pasar Terbuka (OPT), maupun kebijakan-kebijakan lainnya."
Selanjutnya, dalam rangka optimalisasi pengendalian OPT, maka terhitung sejak tanggal 9 Juni 2008, Bank Indonesia akan melakukan perubahan sasaran operasional dari suku bunga SBI 1 bulan menjadi suku bunga Pasar Uang Antar Bank Overnight (PUAB O/N). Dengan perubahan tersebut, Bank Indonesia akan menjaga pergerakan suku bunga PUAB O/N disekitar level BI Rate", demikian tambah Boediono.

"Penerapan inflation targeting framework dalam rejim nilai tukar mengambang bebas akan tetap menjadi pegangan Bank Indonesia. Upaya menjaga volatilitas nilai tukar merupakan unsur penting dari kebijakan tersebut dalam menurunkan tekanan inflasi. Ke depan, Bank Indonesia melihat ruang bagi apresiasi rupiah, sejalan dengan dukungan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)", tambah Boediono.

Inflasi IHK Mei 2008 secara bulanan berada jauh di atas pola historisnya dan meningkat menjadi 1,41% dari 0,57% di bulan sebelumnya. Sementara itu, secara tahunan, inflasi Mei 2008 tercatat sebesar 10,38% atau meningkat signifikan dibanding inflasi tahunan bulan sebelumnya (8,96%). Dengan perkembangan tersebut, inflasi year-to-date sampai dengan bulan Mei 2008 telah mencapai 5,47%.

Kenaikan harga BBM bersubsidi di akhir bulan memberi dampak yang signifikan pada peningkatan laju inflasi Mei 2008. Aksi menaikkan harga berbagai komoditas menjelang kenaikan harga BBM berkontribusi terhadap tingginya inflasi Mei 2008. Mengingat bahwa dampak kenaikan BBM diperkirakan belum sepenuhnya terefleksi pada inflasi di bulan Mei 2008 maka tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM diperkirakan masih akan berlanjut kembali di bulan-bulan selanjutnya.

Dampak Peningkatan Inflasi Terhadap Dunia Perbankan
(Vibiznews – Banking) – Bagaimana dampak atas kenaikan inflasi yang diumumkan oleh BPS kemarin? Apakah hal ini berpengaruh signifikan terhadap dunia perbankan? Tentunya pertanyaan ini menjadi pertanyaan besar dalam benak kita semua. NPL perbankan asing mengalami peningkatan dalam kuartal pertama ini disertai dengan turunnya asset serta laba perbankan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Sebagai contoh : Citibank, mencatatkan peningkatan NPL gross menjadi 7,33% dari posisi sebelumnya 4,75%. NPL net meningkat menjadi 0,99% dari sebelumnya 0%. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga bank tersebut juga menurun menjadi 73,60% dari semula 81,43%, demikian juga net interest margin (NIM) menjadi 7,95% dari 8,85%. Nilai aset Citibank dari posisi akhir tahun lalu Rp45,02 triliun menurun pada akhir kuartal pertama menjadi Rp43,14 triliun. Namun, secara year-on-year aset mengalami kenaikan dibandingkan dengan Maret 2007 sebesar Rp37,92 triliun.

HSBC mencatatkan kenaikan NPL gross dari posisi semula 10% menjadi 11%. Namun, indikator keuangan lainnya, seperti DPK, realisasi kredit dan laba mengalami kenaikan. Sedangkan. kenaikan NPL terbesar kategori bank asing dialami Standard Chartered dari posisi Maret 2007 pada level 4,2% menjadi 6,29% (y-o-y). Sementara itu, ABN Amro meski mengalami penurunan NPL gross, rasio kredit bermasalah net-nya mengalami kenaikan dari 0,51% menjadi 0,58%.

Hal ini menandakan rendahnya kemampuan masyarakat dalam membayarkan kredit. Hal ini ditopang oleh nilai uang yang semakin tidak berarti dalam era modern ini dikarenakan inflasi telah menggerogoti nilai mata uang Indonesia. Ditambah lagi, semakin banyak pengannguran yang tercipta akibat inflasi

Pihak Bank Indonesia sedang mempertimbangkan sebuah kebjakan moneter sebagai aksi atas efek dari kenaikan harga BBM Bersubsidi 28,7 persen pada 23 Mei lalu. Beberapa pilihannya antara lain adalah instrument suku bunga dan likuiditas. Kebijakan ini diambil agar kenaikan harga BBM tidak akan merembet kemana-mana. Tentunya hal ini harus diimbangi dengan tindakan bantuan dari pemerintah sehingga tidak hanya menggunakan instrument moneter guna mengatasi inflasi. Mungkin instrument fiskal tepat untuk dilakukan.

Tindakan BI jika menaikan suku bunga akan membuat dunia pasar modal menjadi semakin terkoreksi menuju titik terendah. Hal ini dibuktikan dengan pengumuman tingkat inflasi yang telah merendahkan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan kemarin. Kebijakan Bank Indonesia dalam menaikan suku bunga akan menambah beban yang akan ditanggung oleh Bank Indonesia dalam membayarkan bunga sehingga posisi ini akan membuat Bank Indonesia mengalami defisit dalam laporan keuangan yang mereka laporkan.

Sumber :

 http://www.sripoku.com/Kondisi-Perbankan-Semakin-Membaik.htm
 http://www. an investment & financial web from vibizportal.com/articles_financial.php.htm
 buku ekonomi uang dan bank. Penerbit Gunadarma

http://wenysilvia130706.blogspot.com/2009/11/perkembangan-perbankan-di-indonesia.html

Pengangguran Masalah Ekonomi Terbesar Indonesia

JAKARTA - Presiden Boston Institute for Developing Economies, Gustav F. Papanek menilai masalah terbesar dalam perekonomian Indonesia adalah pengangguran. “Saya khawatir dengan masalah terselubung di Indonesia, yaitu pertumbuhan tanpa pekerjaan,” katanya di Jakarta, tadi malam.

Setiap tahun, 2 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. Berarti, setelah krisis moneter 1998, ada 22 juta pengangguran. Papanek menghitung, hanya 5,5 juta yang telah mendapat pekerjaan tetap.

Sementara 3,5 juta mencari pekerjaan di luar negeri, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga, dan 4 juta tetap menganggur. Sisanya, menunjukkan sudah mendapat pekerjaan dalam statistik, namun sebenarnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Ini disebut Papanek dengan istilah work in income sharing atau pekerjaan berbagi penghasilan.

Papanek yang pernah menjabat Direktur Harvard Advisory Group untuk Komisi Perencanaan dan Departemen Keuangan Indonesia pada 1971 hingga 1973 ini mencontohkan pekerjaan tukang semir sepatu.

“Jumlah sepatu tidak bertambah, tapi tukang semir sepatunya bertambah. Yang tadinya penghasilan dibagi tiga, sekarang harus dibagi empat,” pungkasnya.

Pekerjaan semacam ini ada, menurutnya, bukan karena dibutuhkan, tapi karena orang butuh pekerjaan. Produktivitas dari pekerjaan ini dinilai Papanek sangat rendah, bahkan tidak ada sama sekali. “Mereka hanya mengkonsumsi, tidak memproduksi,” tuturnya.

Lahan pekerjaan yang juga banyak digeluti pekerja Indonesia adalah di sektor pertanian. Pekerjaan ini juga dinilainya sebagai work in income sharing, karena lahan pertanian tidak bertambah, hanya tenaga kerjanya yang jumlahnya bertambah.

Padahal, negara yang benar-benar berkembang ditandai dengan menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. “Seperti China, India, dan Vietnam,” ujar Papanek.

Solusi untuk masalah pengangguran ini adalah menaikkan angka pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Target pemerintah sebesar 7 persen dinilai Papanek masih belum cukup. “Dulu Indonesia mampu tumbuh 8 persen, kenapa sekarang tidak,” katanya.

Pertumbuhan itu dapat dicapai dengan tiga langkah. Pertama, menambah dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang menjadi solusi cepat dalam penambahan pendapatan bagi rakyat miskin dan pembangunan infrastruktur rural.

Kedua, memperbesar ekspor mineral, minyak, gas, dan tanaman perkebunan yang hasilnya bisa digunakan untuk mendanai kesehatan, pendidikan, dan perumahan bagi rakyat miskin.

Ketiga, meningkatkan pangsa pasar dunia, terutama dari ekonomi yang menghasilkan lapangan pekerjaan seperti industri manufaktur. Papanek mencontohkan, dulu industri tekstil dan garmen Indonesia menguasai 2,5 persen pangsa pasar dunia, sekarang hanya 1,7 persen. Padahal, selisih tersebut berarti berkurangnya 5 miliar ekspor dan 1,5 juta lapangan pekerjaan.

Solusi ini merupakan solusi jangka pendek dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang, Papanek memberikan resep perbaikan sistem pendidikan.

“Butuh waktu lama, namun bisa dipercepat dengan membangun perguruan tinggi kelas dunia yang juga memberikan pendidikan untuk rakyat miskin, seperti di India,” katanya.

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=102368:pengangguran-masalah-ekonomi-terbesar-indonesia-&catid=18&Itemid=95